Celah Mudik Lebaran Saat Dilarang Pemerintah

Celah Mudik Lebaran Saat Dilarang Pemerintah

Celah Mudik Lebaran Saat Dilarang Pemerintah

Celah mudik Lebaran di ungkapkan oleh Benard Pasaribu Kepala Terminal Pulogebang. Ia mengaku denga adanya kebijakan pembukaan kembali operasional bus AKAP (Antarkota Provinsi) selama adanya masa PSSB. Akan dimanfaatkan oleh banyak warga untuk berpergian mudik Lebaran. Menurutnya, bisa saja orang membuat dan menggunakan surat palsu.

Benard menyatakan, bahwa ia sempat menemukan ada warga yang mencoba untuk pergi mudik ke kampung halaman. Dengan menggunakan surat pengantar dari RT/RW nya, namun ternyata surat pengantar dari RT/RW di lingkungan tersebut tidak berlaku.

Selain, itu kekhawatiran lainnya diungkapkan oleh Benard adalah penggunaan fotokopi surat jalan yang digunakan oleh penumpang. Mereka menyerahkan fotokopi surat jalan. Yang dimana seharusnya surat tersebut harus surat asli tidak boleh fotokopi dan harus disertakan stempel perusahaan resmi. Menurutnya, kebijakan kelonggaran moda transportasi umum untuk warga yang dikecualikan mempunyai celah yang dapat dimanfaatkan orang lain sebagai angkutan mudik.

Benard Pasaribu mengatakan, harus ada pengawasan ekstra dalam pengecekan surat pengantar sehingga bisa dipastikan apakah orang tersebut memenuhi syarat atau tidak. Ia juga mengatakan, ia menemukan adanya pasar gelap yang melayani transportasi mudik. Ia pernah beberapa kali menemukan penumpang, yang turun dari menumpangi travel gelap tersebut.

Keadaan Mudik PSBB di Terminal Pulogebang

Terminal Pulogebang menyatakan telah berkoordinasi bersama Pengendali Operasi Dishub DKI, untuk mencegah warga berpergian mudik Lebaran melalui beberapa celah yang mungkin akan terjadi. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo juga menyatakan, adanya jasa travel gelap ini menawarkan harga tiket transportasi hingga 7 kali lipat dari harga normal sebelumnya. Ia memberikan penawaran ini kepada masyarakat yang bersikeras ingin pulang kampung, dengan menerobos laranganan mudik.

Dengan harga yang diberikan oleh travel gelap ini, mereka menjanjikan para penumpang bahwa mereka bisa membawa pemudik menerobos perbatasan Jabodetabek. Para travel gelap ini akan mencari jalan tikus yang tidak di jaga oleh polisi. Mereka bisa menjual tiket yang tadinya seharga Rp 100.000, dapat menjadi Rp 750.000.

READ  Karakter Fiksi Di Novel Karya John Green Bakal Ubah Pandangan Kamu

Seperti yang diketahui, polisi saat ini sudah melarang seluruh kendaraan pribadi dan umum untuk meninggalkan wilayah Jabodetabek, menyusul dengan adanya larangan mudik Lebaran 2020 yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga, sejak adanya peraturan tersebut banyak sekali pelaku – pelaku travel gelap, yang menawarkan jasa menerobos larangan mudik dan ditangkap oleh polisi.

Pada hari Senin 11 Mei 2020 lalu, Polisi megumumkan bahwa mereka telah menggagalkan 228 kendaraan yang dimiliki oleh travel gelap. Travel gelap tersebut berusaha mengangkut 1.389 pemudik menerobos larangan mudik dengan keluar dari wilayah Jabodetabek.

Para pelaku travel gelap ini ditangkap. Dan diamankan di pos pengamanan Operasi Ketupat 2020 yangs udah berjalan sejak 24 April 2020 lalu. Polisi menjerat para pelaku travel gelap ini dengan Pasal 308 UU LLAJ. Dan mereka di denda sebesar Rp500 ribu atau kurungan penjara yaitu maksimal dua bulan.